BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Tips / Pilih Yang Mana, Anak Laki-laki Atau Perempuan?

Pilih Yang Mana, Anak Laki-laki Atau Perempuan?

bayilakilaki_perempuan.jpg

Groufiee.com – Banyak metode maupun cara peluang untuk menentukan jenis kelamin anak, salah satu metodenya adalah dengan metode Shettles.

Metode ini didasari gagasan bahwa sperma laki-laki bergerak lebih cepat tetapi tidak tinggal lama seperti sperma perempuan. Jadi jika Anda ingin memiliki bayi laki-laki, maka Anda harus berusaha untuk berhubungan intim sedekat mungkin dengan masa ovulasi.

Sebagai sperma laki-laki, ia akan gesit dan cepat mengalahkan sperma perempuan dalam mencapai sel telur. Waktu paling tepat untuk melakukan hubungan seks adalah 2-4 hari sebelum berovulasi.

Metode itu diklaim oleh Shettles bahwa 75% hasilnya efektif menghasilkan bayi perempuan, dan 80% efektif menghasilkan bayi laki-laki.

Berikut adalah ulasan lengkap beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi berdasarkan teori dari metode dr Shettles :

1. Waktu hubungan seksual dikaitkan dengan waktu ovulasi
Faktor yang sangat mempengaruhi jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan nanti adalah waktu dilakukannya hubungan seksual dengan siklus menstruasi. Semakin dekat waktu antara hubungan seksual yang dilakukan dengan waktu ovulasi, maka kemungkinan untuk mendapatkan anak laki-laki akan semakin besar, hal ini karena sperma Y bergerak lebih cepat dan akan sampai terlebih dahulu ke sel telur. Kemudian jika hubungan seksual dilakukan 3 hari sebelum terjadinya ovulasi, maka kemungkinan untuk mendapatkan anak perempuan akan lebih besar karena sperma Y yang lebih lemah cenderung untuk mati lebih cepat sehingga jumlah sperma X yang lebih kuat akan lebih banyak pada saat sel telur nanti akhirnya dilepaskan (ovulasi).

2. pH dari liang vagina
Kondisi pH dari liang vagina wanita juga dapat menentukan jenis kelamin anak yang akan didapat kelak. Semakin asam pH dari vagina maka kemungkinan untuk mendapatkan anak perempuan akan semakin besar, hal ini karena kondisi asam tersebut akan mematikan sperma yang lebih lemah dahulu (sperma Y) sehingga jumlah sperma yang lebih kuat (sperma X) akan lebih banyak. Sebailiknya juga demikian, apabila kondisi vagina lebih bersifat basa (alkali), maka kemungkinan untuk mendapatkan anak laki-laki akan semakin besar. Walaupun demikian ada juga beberapa wanita yang memang mempunyai pH vagina cenderung asam sehingga lebih sulit untuk mendapatkan anak laki-laki.

Baca juga:  Ini Dia Trik Cara Membuka Kaleng Tanpa Alat Pembuka

3. Posisi hubungan seksual dan tingkat kedalaman penetrasi
Posisi hubungan seksual dan tingkat kedalaman penetrasi juga dapat menentukan, yang sebagian sebenarnya berkaitan dengan pH. Semakin dekat dengan vagina maka pH akan semakin asam, kemudian juga penetrasi yang dalam akan menempatkan sperma lebih dekat dengan sel telur sehingga sperma yang bergerak lebih cepat (sperma Y) akan dapat tiba lebih dahulu di sel telur. Jadi berdasarkan teori ini, penetrasi yang lebih dalam akan menghasilkan anak laki-laki sedangkan penetrasi yang lebih dangkal akan menghasilkan anak perempuan.

4. Orgasme pada wanita
Orgasme pada wanita ternyata juga dapat mempengaruhi menurut dr. Shettles, hal ini karena pada saat wanita mengalami orgasme maka tubuh akan mengeluarkan suatu zat yang bersifat basa (alkali) yang cenderung untuk menghasilkan anak laki-laki.

Akan tetapi kita harus tetap meyakini bahwa Tuhan lah yang lebih berhak menentukan apa jenis kelamin anak yang akan dilahirkan ke dunia oleh seorang wanita, namun sebatas berusaha sebagai manusia tidak ada salahnya kita coba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *