BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Hiburan / Mitos dan Fakta Tentang Terjadinya Pelangi

Mitos dan Fakta Tentang Terjadinya Pelangi

Pelangi merupakan salah satu kejadian alam yang menjadi panorama yang indah, keindahannya banyak mengispirasi.  Terjadinya pelangi biasanya pada saat hujan di miusim panas, biasan di air terjun dan masih banyak lagi.  Banyak cerita yang terjadi tentang bagaimana proses terjadinya pelangi bahkan banyak cerita mitos mengenai terjadinya pelangi.

  • Dongeng tentang terbentuknya pelangi

Dahulu kala disebuah desa, tinggallah 7 orang putri yang merupakan anak kepala desa. Masing-masing namanya yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu. Mereka cantik, namun tidak sombong. Mereka juga sangat baik kepada siapa saja.

Saat itu desa sedang dilanda kekeringan. Hujan tak juga turun. Hingga menimbulkan penderitaan bagi warga desa. Ketujuh putri kepala desa ikut prihatin melihat kondisi desa yang seperti itu. Mereka ingin sekali membantu meringankan penderitaan warga desa. namun, mereka pun tak tau bagaimana caranya.

Hingga suatu malam, si Merah yang merupakan putri sulung pak kades mendapat mimpi. Dalam mimpinya dia bertemu dengan seseorang. Seseorang itu mengatakan bahwa jika dia dan keenam adiknya rela menjeburkan diri kedalam api unggun raksasa yang disediakan ditengah lapangan, niscaya hujan akan turun membasahi desa tersebut. Seketika Merah langsung menceritakan mimpinya itu kepada adik-adiknya. Dan mereka pun setuju dengan petunjuk yang diberikan lewat mimpi si Merah.

Keesokan harinya ketujuh putri pak lurah menyiapkan api unggun yang besar. Mereka mengelilingi api unggun tersebut dan mereka juga mengenakan baju dengan warna yang sesuai dengan nama mereka. Seketika mereka bertujuh membenamkan diri kedalam api. Pak lurah dan seluruh warga desa pun terkejut dengan apa yang dilakukan ketujuh putri pak lurah.

Tak berapa lama turunlah hujan yang diikuti dengan tumbuhnya bunga-bunga. Dan yang lebih menakjubkan dilangit ada warna Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru dan Ungu. Langit begitu indah. Pak lurah dan warga desa pun terharu dengan pengorbanan yang dilakukan ketujuh putri pak lurah. Mereka rela berkorban untuk warga desa mereka. Dan kemudian mereka menyebutnya PELANGI.

Baca juga:  Dimana alamat bumi kita di alam semesta? Semua semakin jelas!

Banyak mitos mengatakan bahwa ketika pelangi muncul kembali, ketujuh bersaudara yang kini telah menjadi bidadari sedang turun kebumi untuk mandi.  tentu saja ini hanya dongeng belaka. lalu, bagaimana proses terjadinya pelangi sebenarnya.

Fenomenon pembentukan pelangi berlaku disebabkan oleh pantulan, pembiasan dan belauan sinar matahari apabila bertemu dengan titisan hujan. Proses ini menghasilkan warna spektrum yang terdiri daripada ungu, indigo, biru, hijau, kuning, oren dan merah. Walaubagaimanapun, warna satu pelangi bertindih antara satu sama lain, sehingga seorang pemerhati jarang dapat melihat lebih daripada empat atau lima warna dengan jelas. Lebar setiap jalur warna berubah-ubah, bergantung pada ukuran  tetesan hujan yang membentuk pelangi tersebut. Jalur yang kecil dihasilkan oleh titisan yang besar.

Warna putih sinar matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda.  Sinar matahari adalah cahaya polikromatik yang terdiri dari berbagai warna seperti yang akan melihat pelangi: merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

  • Pembentukan Pelangi

Proses terjadinya bermula dari ketika cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan yang kemudian dibelokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan tersebut, yang memisahkan cahaya putih itu menjadi sebuah warna spektrum. Kemudian, warna-warna yang terpisah ini memantul di belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak lagi saat meninggalkannya. Akibatnya, cahaya tampak melengkung menjadi kurva warna yang disebut sebagai pelangi. Cahaya dengan panjang gelombang terpendek seperti ungu, terdapat di bagian kurva dan yang memiliki panjang gelombang terpanjang seperti merah terdapat pada bagian luar.

Pelangi
Pelangi terjadi karena cahaya yang merupakan gelombang pada saat melalu air, mangalami perubahan panjang gelombang. Nah, perubahan Ppanjang gelombang inilah yang mnyebabkan terjadinya beberapa warna. Berbagai panjang gelombang cahaya yang terjadi direspon oleh mata kita sebagai merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut “spektrum”. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu ujung dan biru serta ungu disisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Baca juga:  Ini Dia Menara Pembangkit Listrik Bawah Air Pertama di Dunia

spektrum energi cahaya ilahi NAQS

 

Warna-warna ini adalah komponen dari cahaya putih (dari matahari) yang disebut cahaya tampak (visible light) atau gelombang tampak. Komponen lainnya adalah cahaya yang tak tampak (invisible light), seperti inframerah (di sebelah kanan warna merah) dan ultraviolet (di sebelah kiri jingga).

  • Mengapa pelangi berbentuk melengkung ?

Keindahan pelangi tak dapat dilihat dengan mudah. Mengapa? Pelangi hanya dapat dilihat pada sudut sekitar 42 derajat yang dilihat dengan membelakangi sumber cahaya. Jadi, pelangi terbentuk melengkung atau setengah lingkaran karena kemampuan bola mata kita menangkap biasan cahaya tersebut membuat terlihatnya melengkung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *